Bls: [psikologi_transformatif] Re: MENGUAK MISTERI TRINITAS
tanpa mengenal atau membahas tuhan, bagaimana mungkin bicara etika? ha ha ha. kacau itu konfusinguis.
--- In psikologi_transform
>
> Orang yang memahami dengan benar ajaran Konfusius, tidak akan mau dan berminat samasekali untuk ikut2 an debat soal ini karena " dalam hidup ini masih ada banyak yang harus dipelajari ".
> ' Belajar dan selalu dilatih, tidakkah itu menyenangkan ? ;
> Â Kawan-kawan datang dari tempat jauh, tidakkah itu membahagiakanÂ
> Ia lebih suka memusatkan diri pada belajar dan terus belajar menjadi manusia sepanjang hidupnya !!!Â
>
>
>
>
> ____________
> Dari: suka komen <sukakomen@.
> Kepada: psikologi_transform
> Terkirim: Senin, 16 Maret, 2009 01:24:21
> Topik: Re: [psikologi_transfor
>
>
> Hahaha
>
> Saya tanggapi yang bagian akhir duluan ya, soalnya bagian awal tulisan Howl agak panjang tanggapannya.
>
> Howl:
>
> Jika perdebatannya adalah tentang persepsi manusia yang satu melawan
> persepsi manusia yang lain, maka ... tidak harus dipandang terlalu
> serius. Lha, wong, cuma persepsi manusia, kok.. Bisa terus berubah dan
> terus menerus dikoreksi.
>
> Setuju. Keseriusan juga berkenaan dengan persepsi, jadi bisa beda dari satu orang ke orang lain. :-)
>
> Howl:
>
> Tapi kalau perdebatannya dipandang sebagai "persepsi manusia melawan
> persepsi Tuhan", jadi lain soal.
> Orang lantas merasa berada di pihak yang absolut benar, sebab "yang
> saya sampaikan ini bukan pendapat saya pribadi, tetapi merupakan
> SabdaTuhan sendiri".
>
> Anggapan bahwa "yang saya sampaikan ini bukan pendapat saya pribadi, tetapi merupakan SabdaTuhan sendiri" setahu saya memang ada, bahkan bisa dikatakan banyak" di kalangan penganut agama, terlepas dari apa agamanya.
>
> Saya terkadang menerima judgement "sesat" ketika berdiskusi secara kritis dengan kalangan intern agama sendiri (Kristen). Orang-orang yang memiliki kecenderungan ini umumnya bersikap fanatik dan kurang atau bahkan tidak toleran terhadap berbagai pan
>
> dangan lain, baik antar denominasi di kalangan intern agamanya sendiri, apalagi dengan ajaran agama lain. Umumnya mereka memilik persepsi bahwa "kitab suci" turun langsung dari surga, tanpa adanya "campur tangan" manusia. Bluk ... entah itu bagai gelondongan, atau buku yang turun dari surga.
>
> Lebih jauh lagi, bagi tipe ini, "pemahaman/persepsi mereka terhadap sabda Tuhan" seringkali dianggap "sebagai sabda Tuhan itu sendiri". Mereka kurang menyadari bahwa pemahaman/persepsi mereka dapat berbeda dengan orang lain, bahkan mungkin berbeda dengan apa yang sebenarnya disampaikan oleh teks kitab suci itu sendiri. Padahal, banyak di antara mereka punya kebiasaan membaca teks kita suci secara terpenggal-penggal dan menafsirkan sesuai dengan kebutuhan/tujuannya sendiri. Tidak terintegrasi secara holistik dengan berbagai ayat/uraian lain yang terkait.
>
> Dan umumnya, tipe yang begini ngotot dan "mau menang sendiri". Jadi teringat syair Lunyu XII,6 :-)
>
>
> Zi Zhang bertanya tentang arti âsudah memahamiâ.
> Jawabannya âMenyelami filsafatnya menjadikan berbeda pemahamannya, Hanya
> kulit/ luarnya menjadikan bicaranya mau menang sendiri.
> Sebenarnya belum cukup ahli, Boleh dikatakan dirinya seperti telah memahami pula
> sampai akhirnya, Menyelami filsafatnya menjadikan berbeda pemahamannya,
> Hanya kulit/ luarnya menjadikan bicaranya mau menang sendiri, Sebenarnya belum
> cukup akhli, Boleh dikatakan dirinya masih jauh pula sampai akhirnyaâ.
>
>
> Tanggapan untuk bagian awal tulisan Howl, yang tadinya mau saya kemukakan disini, saya putuskan untuk saya tulis secara terpisah, supaya tidak terlalu panjang.
>
>
>
>
>
>
> Mencari semua teman di Yahoo! Messenger? Undang teman dari Hotmail, Gmail ke Yahoo! Messenger dengan mudah sekarang! http://id.messenger
>
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch format to Traditional
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home