Re: [psikologi_transformatif] Fw: Beli Ijazah Tidak Susah : Rektor Tinggal Tanda Tangan
Kalau Universitas Jember Utara, disingkat menjadi apa, ya?
h
2008/9/30 anwarsby <anwarsby1@yahoo.co.id>:
> mas aku bisa bikinin nyang dari UNTUMU (unversitas tugu muda)…mau ga?
>
>
>
> He..he..
>
>
>
> ________________________________
>
> From: psikologi_transformatif@yahoogroups.com
> [mailto:psikologi_transformatif@yahoogroups.com] On Behalf Of Tofik Andra
> Widjaya
> Sent: Monday, September 29, 2008 7:56 PM
> To: psikologi_transformatif@yahoogroups.com; kom2001uns@yahoogroups.com
> Subject: Re: [psikologi_transformatif] Fw: Beli Ijazah Tidak Susah : Rektor
> Tinggal Tanda Tangan
>
>
>
> wakakakaka.. ada-ada saja..
> bisa request yang S1 UNS gak yah.. :D
> yang jurusan Ilmu Komunikasi..
>
> wakakakakakaka
>
> On 9/27/08, ratih ibrahim <personalgrowth@gmail.com> wrote:
>
> Nek Harvard, malahan ndak payu buat ikutan PILKADA, tole....
>
> yang realistis aja....
>
> karena kalau Harvard, biasanya lulusannya malahan boro2 ikutan pilkada....
> biasanya malah ga balik pulang ke Indonesia....
>
> Jadi, tole, nek malsu ki sing realistis....
>
> *muka kenceng banget..... bukan karena serius, tapi karena urat ketawa udah
> keram dari kemarin...*
>
>
>
> Tapi nek buat nggaya, boleh juga ya????....
>
> Sing MIT ada?
>
> Tapi, bukankah kita perlu mendukung produk lokal???
>
> Audi, patungan beli yang iTB aja yukkkkk.......
>
> beli S2 teknik perminyakan....
>
> kan gayaaaaaa.......
>
>
>
>
>
> kamu minyak buat kerokan,
>
> aku minyak firdaus....
>
> :-P
>
>
>
> 2008/9/27 audifax - <audivacx@yahoo.com>
>
>
>
> Saya mau yang Harvard...bisa di-request engga
>
> nanggung, kalo malsu lokal
>
> --- On Sat, 9/27/08, Si Juang <last_fearner@yahoo.com> wrote:
>
> From: Si Juang <last_fearner@yahoo.com>
> Subject: [psikologi_transformatif] Fw: Beli Ijazah Tidak Susah : Rektor
> Tinggal Tanda Tangan
> To: last_fearner@yahoo.com
> Date: Saturday, September 27, 2008, 4:25 PM
>
>
>
> Yang mau ijazah.....untuk melengkapi syarat ikutan maju ke pilkada
> Sekedar saran: Kalau emang mo ngambil ijazah S2 jangan yang dari BSI atau
> AKPER walaupun di daftar bisa dibuat. Tetapi BSI/Akademi sepertinya belum
> ada jenjang S2-nya
>
> Atau ada yang mo dapet sertifikat TOEFL buat syarat nyari beasiswa
>
>
>
>
>
> Subject: Beli Ijazah Tidak Susah : Rektor Tinggal Tanda Tangan Bacalah atau
> klik link nya , masuk Jawapos kemarin
> To:
>
> _,_.
>
> BERIKUT INI ADALAH HARGA-HARGA DARI BEBERAPA SURAT-SURAT YANG KAMI KERJAKAN
> :
>
> IJAZAH SD RP.2.500.000, -
>
> IJAZAH SLTP RP.2.550.000, -
>
> IJAZAH SMU RP.2.700.000, -
>
> IJAZAH S1
>
> 1. ITB Rp.6.500.000, -
> 1. UNTAG Rp .5.500.000,-
> 1. Universitas Jayabaya Rp.5.500.000, -
> 1. Budi luhur Rp.4.500.000, -
> 1. Perbanas Rp.6.500.000, -
> 1. YAI Rp. 5.500.000,-
> 1. Trisakti Rp. 4.500.000,-
> 1. Gunadarma Rp.4.500.000, -
> 1. Borobudur Rp.5.500.000, -
> 1. LPMI Rp .5.500.000,-
> 1. Untar Rp. 4.500.000,-
> 1. Unkris Rp. 5.500.000,-
> 1. AKPINDO Rp .5.500.000,-
> 1. Pancasila Rp. 5.500.000,-
> 1. Atmajaya Rp. 5.500.000,-
> 1. BINUS Rp. 5.500.000,-
> 1. LondonSchool Rp5.500.000, -
> 1. ITS Rp.5.500.000, -
> 1. Universitas Jayabaya Rp.5.500.000, -
> 1. IKIP semarang Rp.5.500.000, -
> 1. BSI Rp. 5.500.000,-
> 1. IPB Rp. 5.500.000,-
> 1. Politeknik Negeri Semarang Rp. 5.500.000,-
> 1. President Business Institute Rp.5.500.000, -
> 1. STIE Keuangan PERBANAS Rp. 5.500.000,-
> 1. STIKOM BUDILUHUR Rp .4.500.000,-
> 1. UKRIDA Rp .5.500.000,-
> 1. UNISMA Rp. 5.500.000,-
> 1. Universitas Andalas Rp.5.500.000, -
> 1. Universitas Darma Persana Rp.5.500.000, -
> 1. UGM Rp. 6.500.000,-
> 1. Universitas Jakarta Rp.5.500.000, -
> 1. Universitas Mercu Buana Rp.5.500.000, -
> 1. Universitas Mpu Tantular Rp.5.500.000, -
> 1. Unika Petra Rp.5.500.000, -
> 1. Universitas Pakuan Rp.5.500.000, -
> 1. Universitas Pancasila Rp.5.500.000, -
> 1. Universitas Nasional Rp.5.500.000, -
> 1. Universitas Bhayangkara Rp.5.500.000, -
> 1. Universitas Syah Kuala Rp.5.500.000, -
> 1. Universitas Kerta Negara Rp.5.500.000, -
> 1. Universitas Terbuka Rp.5.500.000, -
> 1. UTP PALEMBANG Rp.5.500.000, -
> 1. STIE SETIABUDI Rp. 5.500.000,-
> 1. ISTN Jakarta Rp. 5.500.000,-
> 1. Institut Teknologi Budi Utomo Jakarta Rp.5.500.000, -
> 1. Akper Mitra Keluarga Rp.5.500.000, -
> 1. STIE JAYAKARTA Rp. 5.500.000,-
> 1. UI Rp. 6.500.000,-
> 1. USU Rp. 5.500.000,-
> 1. dll request Rp. (email, Ym,sms)
>
> IJAZAH S2
>
> 1. ITB Rp.11.000.000, -
> 1. UNTAG Rp .10.000.000, -
> 1. Universitas Jayabaya Rp.10.000.000, -
> 1. Budi luhur Rp.10.000.000, -
> 1. Perbanas Rp.10.000.000, -
> 1. YAI Rp. 10.000.000,-
> 1. Trisakti Rp. 7.000.000,-
> 1. Guna darma Rp.10.000.000, -
> 1. Borobudur Rp.10.000.000, -
> 1. LPMI Rp .10.000.000, -
> 1. Untar Rp.10.000.000, -
> 1. Unkris Rp.10.000.000, -
> 1. AKPINDO Rp .10.000.000, -
> 1. Pancasila Rp.10.000.000, -
> 1. Atmajaya Rp.10.500.000, -
> 1. BINUS Rp.10.500.000, -
> 1. LondonSchool Rp.10.000.000, -
> 1. ITS Rp.10.000.000, -
> 1. Universitas Jayabaya Rp.10.000.000, -
> 1. IKIP semarang Rp.10.000.000, -
> 1. BSI Rp.10.000.000, -
> 1. IPB Rp.10.000.000, -
> 1. Politeknik Negeri Semarang Rp. 10.000.000,-
> 1. President Business Institute Rp.10.000.000, -
> 1. STIE Keuangan PERBANAS Rp.10.000.000, -
> 1. STIKOM BUDILUHUR Rp .10.000.000, -
> 1. UKRIDA Rp .10.000.000, -
> 1. UNISMA Rp. 10.000.000,-
> 1. Universitas Andalas Rp.10.00.000, -
> 1. Universitas Darma Persana Rp.10.000.000, -
> 1. UGM Rp. 11.000.000,-
> 1. Universitas Jakarta Rp.10.000.000, -
> 1. Universitas Mercu Buana Rp.10.000.000, -
> 1. Universitas Mpu Tantular Rp.10.000.000, -
> 1. Unika Petra Rp.10.000.000, -
> 1. Universitas Pakuan Rp.10.000.000, -
> 1. Universitas Pancasila Rp.10.000.000, -
> 1. Universitas Nasional Rp.10.000.000, -
> 1. Universitas Bhayangkara Rp.10.000.000, -
> 1. Universitas Syah Kuala Rp.10.000.000, -
> 1. Universitas Kerta Negara Rp.10.000.000, -
> 1. Universitas Terbuka Rp.10.000.000, -
> 1. UTP PALEMBANG [Magister Manajemen] Rp.10.000.000, -
> 1. STIE SETIABUDI Rp. 10.000.000,-
> 1. ISTN Jakarta Rp.10.000.000, -
> 1. Institut Teknologi Budi Utomo Jakarta Rp.10.000.000, -
> 1. Akper Mitra Keluarga Rp.10.000.000, -
> 1. STIE JAYAKARTA Rp. 10.000.000,-
> 1. UI Rp. 11.000.000,-
> 1. ITB Rp. 11.000.000,-
> dll request Rp. (email, Ym,sms)
>
> KTP ASLI(JAKARTA TIMUR dan JAKARTA BARAT ) Rp.800.000,-
>
> KTP ASPAL(BISA SELURUH INDONESIA ) Rp.350.000,-
>
> KARTU KELUARGA ASLI Rp.600.000,-
>
> KARTU KELUARGA ASPAL Rp.400.000,-
>
> SURATNIKAH ASPAL Rp. 1.700.000,-
>
> AKTE LAHIR ASPAL Rp1.500.000, -
>
> STNK ASPAL SEPEDA MOTOR Rp.2.500.000, -
>
> STNK ASPAL MOTOR GEDE Rp.2.800.000, -
>
> STNK ASPAL MOBIL Rp.2.800.000, -
>
> REKENING KORAN ASPAL Rp.600.000,-
>
> SERTIFIKAT RUMAH ASPAL Rp.6.000.000, -
>
> SERTIFIKAT TANAH ASPAL RP. 6.000.000,-
>
> PBB ASPAL Rp.1.000.000
>
> SERTIFIKAT TOEFL Rp.3.700.000, -
>
> SURAT CERAI ASPAL
> Rp. ------------ --
>
> BUKU TABUNGAN (TRANSAKSI) ASPAL
> Rp. 1.700.000,-
>
> D1,D2,D3
> Rp.--------( Sama Dengan Harga IJazah S1 dari Universitas Yang sama)
>
> SIUP ASPAL Rp.1.650.000, -
>
> NPWP ASPAL Rp. 1.200.000,-
>
> TDP ASPAL
> Rp.--------- ---
>
> TOELF (LIA ) Rp.4.500.000, -
>
> BPKB( ASLI) Rp.9.000.000, -
>
> SURAT NIKAH ASPAL MUSLIM
> Rp. 2.000.000,-
>
> SURAT NIKAH ASPAL NON MUSLIM
> di atas Tahun 2006 Rp.2.200.000, -
> di bawah Tahun 2005 Rp.2.000.000, -
>
> <!--[if !supportLists] -->
>
> NB: HARGA SEWAKTU-WAKTU BISA BERUBAH
>
> Silakan kunjungi web dibawah ini kalau mau pesan ..
> http://www.jasadupl ikat.page. tl/HOME.htm
>
> Sebelum mencalonkan diri jadi Caleg atau Cari kerjaan, tidak ada salahnya
> pesan Ijasah dulu .. yg mau kredit atau pinjam uang di bank
> juga bisa bikin sertifkat rumah dulu. Di Indonesia apa yg ngga bisa ..?
>
> Salam,
> Herry
>
> 2008/9/19 Julius Singara <julius.singara@ gmail.com>
>>
>> Belum ketemu bagian 1.
>>
>> www.jawapos. com
>> [ Jum'at, 19 September 2008 ]
>> Rektor Tinggal Tanda Tangan
>> Beli Ijazah Tidak Susah - Episode II (Habis)
>>
>> Jaringan makelar ijazah cukup rapi. Ada marketing, ada administrasi. Tapi,
>> dari total pembayaran ijazah instan, mereka hanya dapat bagian kecil. Separo
>> untuk rektor, separo lagi dibagi-bagi untuk banyak orang.
>>
>> ---
>>
>> Selama beberapa minggu mengikuti proses pembelian gelar sarjana instan,
>> Jawa Posmempelajari bagaimana jaringan Topan (bukan nama sebenarnya)
>> bekerja. Ternyata, cara kerja mereka cukup rapi. Setelah ditelusuri, pada
>> prinsipnya mereka terbagi atas dua bagian:marketing dan administrasi.
>>
>> Bagian marketing dipegang sendiri oleh Topan. Di Surabaya, ayah dua anak
>> itu seperti koordinator lapangan. Dia memiliki beberapa anak buah.
>>
>> Untuk menjaring konsumen, Topan dan tim menerapkan banyak strategi. Yang
>> paling efektif adalah dengan bekerja aktif di lapangan. Topan menyebarkan
>> timnya ke beberapa tempat yang dinilai memiliki banyak potensi pembeli
>> ijazah instan. Dalam hal ini, instansi pemerintahan adalah sasaran empuk
>> (baca edisi kemarin).
>>
>> Lewat diri sendiri atau anak buah, Topan menawarkan beberapa pelayanan
>> ijazah instan. Biasanya tidak langsung ke Topan. Biasanya lewat anak buah
>> dulu untuk penyaringan. Begitu terlihat meyakinkan, baru deal langsung
>> dengan Topan. Kebetulan, ijazah yang dibeli Jawa Posdiproses langsung lewat
>> Topan. Tidak perlu lewat anak buahnya.
>>
>> Cara lain jaringan tersebut mendapatkan pembeli adalah lewat iklan di
>> media massa . Salah satunya lewat iklan baris yang dipasang di sebuah harian
>> kriminalitas di Surabaya . Pada edisi 8 Mei lalu, ada iklan Topan yang
>> sepintas seperti iklan lain yang menawarkan jasa privat atau kursus.
>>
>> Namun, jika isi iklan tersebut diteliti, tertulis bahwa dia siap membantu
>> pengurusan ijazah untuk jenjang pendidikan S-1, S-2, S-3, atau akta mengajar
>> dalam waktu singkat dengan beragam fakultas. Misalnya, hukum, ekonomi,
>> psikologi, dan teknik. Di bagian bawahnya tertera nama asli Topan berikut
>> nomor handphone-nya.
>>
>> Hanya, di sana tidak disebutkan nama kampus dan besaran biaya yang
>> dibutuhkan. Selain untuk mengirit biaya iklan, hal itu dilakukan untuk
>> mengaburkan bahwa isi iklan tersebut bukan jual beli ijazah. ''Kalau ada
>> yang tertarik, langsung telepon. Tapi, jumlahnya tidak seberapa,'' kata
>> Topan.
>>
>> Sama dengan berhubungan langsung, Topan dan timnya menyaring dulu peminat
>> lewat iklan ini. Dengan begitu, risiko bisa dikurangi. Kalau ada anak buah
>> yang ditangkap aparat, yang kena hanya kaki tangan. Sedangkan pelaku
>> utamanya masih aman, dan kemudian bisa membantu agar hukuman sang anak buah
>> tidak terlalu berat.
>>
>> Jawa Pos sendiri sempat dicurigai sebagai polisi yang menyamar. Saat baru
>> ketemu, Topan meminta agar Jawa Pos menunjukkan KTP. Karena khawatir, Jawa
>> Pos menolak menunjukkannya. Tiba-tiba, Topan menjadi marah. ''Ojo-ojo awakmu
>> polisi,'' ujarnya. Namun, setelah diyakinkan bukan polisi, dia pun mau
>> tenang kembali.
>>
>> ***
>>
>> Mendapatkan konsumen hanyalah satu bagian dari usaha ijazah instan. Yang
>> paling penting, dan yang paling bikin penasaran, adalah administrasinya.
>> Untuk jaringan Topan, bagian ini dipegang seorang perempuan bernama Sari
>> (juga bukan nama sebenarnya).
>>
>> Ibu satu anak yang tinggal di kawasan Rungkut itulah yang bekerja di dalam
>> kampus, dan membangun jaringan antarkampus. Bukan hanya di Surabaya , juga
>> di kota-kota lain hingga di Kalimantan. Dia menerima order dan semua
>> persyaratan ijazah dari Topan, lantas memprosesnya hingga menjadi ijazah dan
>> transkrip.
>>
>> Dengan jaringan yang dibangun Sari, Topan bisa memenuhi permintaan pembeli
>> ijazah instan dari luar pulau. Atau sebaliknya, menyediakan ijazah dari
>> universitas di luar pulau untuk orang yang tinggal di Surabaya .
>>
>> Jaringan Sari tersebut sebenarnya terbentuk dengan sedikit kebetulan. Dia
>> memang pegawai tata usaha di sebuah universitas teknologi di Surabaya . Dari
>> sanalah dia bisa menggandeng teman-teman di bidang yang sama untuk membantu
>> mengurus pembuatan ijazah. Lama-kelamaan, hubungan pertemanan itu berlanjut
>> menjadi jaringan jual beli ijazah antarkampus.
>>
>> ***
>>
>> Dalam mengurus ijazah instan, Sari menerima beberapa berkas persyaratan
>> dari Topan. Syarat tersebut, antara lain, fotokopi ijazah sekolah
>> sebelumnya, pasfoto ukuran 3 x 4 (delapan lembar hitam putih dan lima lembar
>> warna). Selain itu, ada nama lengkap dan keterangan tempat tanggal lahir.
>>
>> Data tersebut kemudian dijadikan dasar dalam mengurus administrasi di
>> kampus, agar nama klien tercatat sebagai mahasiswa di kampus tersebut.
>> Namun, klien itu tidak dicatat sebagai mahasiswa baru. Sari memasukkan nama
>> klien sebagai mahasiswa angkatan empat tahun sebelumnya.
>>
>> Ijazah instan yang dibeli Jawa Pos, misalnya. Meski dipesan pada 2008 ini,
>> Jawa Pos tertulis sudah menjadi mahasiswa sejak 2004. Itu untuk mengelabui
>> data. Agar masa pendidikan terhitung sama dengan mahasiswa reguler jalur
>> resmi.
>>
>> Untuk memasukkan nama klien menjadi mahasiswa, bukan asal-asalan. Sari
>> membuat daftar absen kuliah fiktif. Di absen itu seolah-olah klien
>> benar-benar kuliah selama empat tahun. Padahal, ke kampus saja belum tentu
>> pernah. Dengan absen fiktif tersebut, klien terlihat seperti mahasiswa
>> aktif. Terbukti ada nama lengkap beserta nomor induk mahasiswanya.
>>
>> Absen fiktif itu juga dilakukan untuk menutupi aksi jaringan tersebut saat
>> ada tim pengawas kampus yang mengecek administrasi kemahasiswaan.
>>
>> Sari menyatakan, kadang nama-nama lain yang ada dalam absen itu adalah
>> rekayasa. Dia mengaku punya banyak stok nama dan tanda tangan supaya punya
>> daftar absen ''lengkap''.
>>
>> Terkadang, nama-nama yang tertera di daftar hadir tersebut adalah nama
>> pembeli ijazah instan lain. Karena itulah, kadang pembuatan ijazah instan
>> menjadi molor, karena harus menunggu calon klien lain yang masih dalam
>> proses negosiasi.
>>
>> ''Bagi kami, mending telat dua atau tiga minggu ketimbang harus bikin
>> angkatan mahasiswa baru lagi,'' ucap Topan.
>>
>> Menurut dia, semakin banyak klien yang mendaftar dalam waktu bersamaan,
>> semakin mudah pula proses menata absennya.
>>
>> ***
>>
>> Begitu identitas pembeli ijazah instan tercatat di kampus, data tersebut
>> diajukan ke fakultas untuk diproses ke jenjang selanjutnya. Yaitu di meja
>> dekan. Karena itu, praktik ijazah instan tersebut tidak lepas dari peran
>> dekan yang mengepalai fakultas. Namun, dekan hanya berperan pasif. Dia hanya
>> menerima data dan menandatanganinya. Setelah itu, dia mengembalikan data
>> mahasiswa ''palsu'' tersebut kepada Sari.
>>
>> Dari sana , Sari meneruskan data ke meja rektor. Orang nomor satu di
>> kampus itu pun terlibat dalam pembuatan ijazah instan. Sama seperti dekan,
>> rektor hanya berperan pasif. Data datang, rektor tinggal menandatangani
>> berkas ijazah dan transkrip. Proses selanjutnya diselesaikan oleh Sari.
>>
>> Data yang sudah ditandatangani rektor itu lantas diteruskan ke Kopertis
>> untuk didaftarkan. Karena itulah, ijazah yang dikeluarkan jaringan Topan dan
>> Sari tersebut asli. Tidak berbeda dari ijazah mahasiswa yang menempuh jalur
>> reguler. ''Kalau ragu, cek saja nomor ijazah ini ke Kopertis, pasti
>> terdaftar,'' tegas Topan mantap.
>>
>> Usut punya usut, Sari juga punya orang dalam di Kopertis yang bertugas
>> meng-entry data mahasiswa baru siluman itu. Tidak aneh, nama mahasiswa
>> gadungan tersebut terdata, meski tidak pernah ikut kuliah. Mereka bisa
>> memasukkan data ke Kopertis sewaktu-waktu bila dibutuhkan.
>>
>> Begitu semua urusan administrasi selesai, Sari menyerahkan hasilnya ke
>> Topan, untuk diberikan kepada pemesan. Beres. (Tim Jawa Pos/Habis)
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
------------------------------------
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/psikologi_transformatif/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/psikologi_transformatif/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:psikologi_transformatif-digest@yahoogroups.com
mailto:psikologi_transformatif-fullfeatured@yahoogroups.com
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
psikologi_transformatif-unsubscribe@yahoogroups.com
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home