2009/2/4 Jusuf Sutanto <
jusuf_sw@yahoo. co.id>:
> Nggak perlu apresiasi krn hanya sekedar memberitahu pada orang buta yang sedang berjalan dan di depannya
ada lubang. That's all ! Setelah itu silahkan ambil keputusan sendiri, kalau bermanfaat silahkan diambil kalau tidak ya diabaikan saja.
>
> ____________ _________ _________ __
Ini kan mengandaikan bahwa yang sedang berjalan
ke arah lubang adalah orang buta. Dan yang memberi peringatan adalah orang melek.
Tetapi bagaimana kalau sama-sama buta?
Bagaimana kalau di depan lubang ternyata ada lubang yang jauh lebih
besar dan dalam. Dengan terjerembab
ke lubang yang lebih kecil, maka
terhindar dari lubang yang lebih besar.
Bagaimana kalau gara-gara
kesandung lubang, jadi keseleo sehingga
nggak jadi berangkat naik pesawat yang ternyata kemudian jatuh ke laut
.....
Dan beribu-ribu kemungkinan "bagaimana" yang lain.
Lagipula orang buta kan biasanya pakai tongkat. Jadi dia pasti tahu
kalau ada lubang di depannya. Seringkali orang buta merasa jengkel
karena diremehkan kemampuannya untuk survive oleh orang yang merasa melek.
Last but not least,
Orang yang lebih tahu memberi tahu orang yang kurang tahu itu mungkin baik, tetapi bagaimana kalau yang diberi tahu ternyata lebih tahu daripada yang memberi tahu?
Para "guru dan master di Internet" acapkali mulai dengan memposisikan
dirinya sebagai "orang yang lebih tahu, yang sedang mengajari orang
yang belum tahu" (alias orang melek yang membimbing orang buta).
Ini sebenarnya cuma asumsi yang sangat sulit dibuktikan kebenarannya.
Sangat sulit untuk mengetahui apa yang diketahui atau apa yang tidak
diketahui oleh para anggota milis kita ini.
Paling aman: anggap saja diri sendiri adalah orang yang paling tidak
tahu. Kalau memang benar-benar tidak tahu, ya belajar dong. Kalau
ternyata lebih tahu, ya nggak apa-apa. Orang masih bisa belajar dari
kita. Nggak ada ruginya sedikitpun.
howl
0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home